BMKG gempa dirasakan terbaru M6,4 Sinabang M4,4 Luwu Timur

BMKG Rilis Daftar Gempa Dirasakan Terbaru: M6,4 Sinabang dan M4,4 Luwu Timur Tercatat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui laman “Gempa Bumi Dirasakan”—sebuah daftar yang memuat kejadian gempa yang getarannya terasa oleh masyarakat, lengkap dengan parameter teknis (waktu, magnitudo, kedalaman, koordinat), lokasi pusat gempa, serta intensitas guncangan berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Dalam pembaruan awal Maret 2026, dua kejadian menonjol ikut tercatat: gempa bermagnitudo 6,4 di sekitar Sinabang (Simeulue, Aceh) dan gempa magnitudo 4,4 di wilayah Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Keberadaan daftar “gempa dirasakan” penting untuk publik karena tidak semua gempa bermagnitudo besar otomatis menimbulkan dampak, dan tidak semua gempa bermagnitudo sedang terasa di permukaan. BMKG menempatkan informasi ini sebagai rujukan cepat untuk mengetahui apakah sebuah gempa dilaporkan terasa, seberapa kuat getarannya di lokasi tertentu, dan bagaimana sebaran guncangannya.

Gempa M6,4 di Sinabang: terasa luas hingga berbagai wilayah

BMKG mencatat gempa M6,4 terjadi pada 3 Maret 2026 pukul 11.56.45 WIB, dengan kedalaman 13 km dan koordinat sekitar 1,93 LU – 96,48 BT. Pusat gempa disebut berada di laut, 61 km tenggara Sinabang. Intensitas guncangan pada daftar BMKG menunjukkan gempa ini terasa kuat di beberapa lokasi, seperti Aceh Singkil dan Simeulue dengan intensitas IV MMI, serta terasa di sejumlah wilayah lain dengan intensitas bervariasi (misalnya III–IV MMI di beberapa lokasi, dan II–III MMI di lokasi lain).

Media nasional yang mengutip BMKG juga melaporkan gempa ini tidak berpotensi tsunami serta terjadi pada kedalaman dangkal yang dapat membuat guncangan terasa lebih jelas di permukaan.

Apa arti intensitas MMI?

Skala MMI berbeda dari magnitudo. Magnitudo (misalnya M6,4) menggambarkan “energi” gempa di sumbernya, sedangkan MMI menggambarkan kekuatan guncangan yang dirasakan di suatu tempat. Karena dipengaruhi jarak, kedalaman, dan kondisi tanah/bangunan, satu gempa bisa menghasilkan MMI berbeda-beda antarwilayah. Itulah sebabnya BMKG mencantumkan daftar kota/kabupaten beserta angka MMI—agar publik memahami bahwa dampak di lapangan tidak seragam.

Gempa M4,4 Luwu Timur: pusat gempa di darat dan terasa II–III MMI

Dalam daftar yang sama, BMKG mencatat gempa M4,4 terjadi pada 4 Maret 2026 pukul 02.10.29 WIB, berkedalaman 10 km, dengan koordinat sekitar 2,35 LS – 120,86 BT. Pusat gempa disebut berada di darat, 41 km barat laut Luwu Timur. Untuk intensitas guncangan, BMKG mencatat gempa ini terasa II–III MMI di Pamona Selatan serta II–III MMI di Bone-Bone.

Secara umum, intensitas II–III MMI sering digambarkan sebagai getaran yang terasa oleh sebagian orang (terutama di dalam rumah), benda ringan dapat bergoyang, namun biasanya belum menimbulkan kerusakan struktural. Meski demikian, warga tetap perlu waspada karena gempa dangkal di darat dapat menimbulkan getaran yang cukup “tajam” pada area tertentu, apalagi bila kondisi bangunan rentan.

Mengapa BMKG menonjolkan “gempa dirasakan” sebagai kategori khusus?

Tidak semua gempa yang terekam sensor akan “terasa” oleh manusia. Indonesia bisa mengalami ratusan gempa kecil dalam sebulan yang hanya terdeteksi instrumen. Kategori “gempa dirasakan” membantu publik fokus pada kejadian yang relevan dengan keselamatan dan aktivitas harian.

Ada beberapa faktor yang membuat gempa terasa:

  1. Kedalaman dangkal
    Gempa dangkal (misalnya 10–13 km) cenderung menghasilkan guncangan permukaan yang lebih nyata dibanding gempa dalam, walau magnitudonya tidak selalu lebih besar. Dua gempa yang dibahas BMKG sama-sama tergolong dangkal.
  2. Jarak ke pusat gempa
    Makin dekat, makin kuat guncangannya.
  3. Kondisi geologi setempat
    Tanah lunak bisa memperkuat guncangan (amplifikasi), sementara batuan keras cenderung meredam.
  4. Struktur bangunan
    Bangunan yang tidak memenuhi standar ketahanan gempa lebih berisiko mengalami kerusakan, bahkan pada MMI yang tidak ekstrem.

Potensi gempa susulan dan kenapa warga perlu tetap siaga

Setelah gempa utama, sering terjadi gempa susulan (aftershocks) sebagai proses penyesuaian tegangan di kerak bumi. Tidak semua susulan terasa, tetapi sebagian bisa cukup mengagetkan. Karena itu, pascagempa, kewaspadaan perlu tetap dijaga—terutama untuk:

  • memeriksa kondisi bangunan (retak dinding, plafon, sambungan kolom-balok),
  • mengamankan barang yang mudah jatuh,
  • mengetahui jalur evakuasi di rumah/kantor,
  • serta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal BMKG.

BMKG juga menyediakan kanal informasi “Gempa Bumi Real-time” dan laman “Gempa Dirasakan” yang terus diperbarui.

Imbauan keselamatan saat dan setelah gempa

Walau BMKG terutama berperan pada informasi dan peringatan, prinsip keselamatan paling dasar yang relevan untuk publik adalah:

  • Saat gempa: lakukan Drop, Cover, Hold On (menunduk, berlindung, bertahan) bila berada di dalam bangunan dan situasi memungkinkan.
  • Setelah gempa: keluar dengan tertib jika bangunan terasa tidak aman; hindari penggunaan lift; waspadai kaca pecah dan benda jatuh.
  • Periksa sumber bahaya sekunder: kebocoran gas, korsleting listrik, dan risiko kebakaran.
  • Pantau info resmi: jangan terpancing kabar tidak jelas soal potensi tsunami atau gempa susulan besar. Untuk peristiwa Sinabang, pemberitaan yang mengutip BMKG menyebut tidak ada potensi tsunami.

Membaca konteks: dua gempa, dua karakter wilayah

Meski terjadi berdekatan dalam waktu (3–4 Maret 2026), kedua gempa ini memperlihatkan karakter berbeda:

  • Sinabang (laut, M6,4): energi besar dan sebaran rasa guncang luas, dengan intensitas IV MMI di beberapa lokasi.
  • Luwu Timur (darat, M4,4): magnitudo lebih kecil, tetapi dangkal dan di darat, sehingga tetap terasa pada wilayah sekitar dengan intensitas II–III MMI.

Bagi publik, perbedaan ini menegaskan pentingnya tidak menilai risiko hanya dari magnitudo. Lokasi pusat gempa (darat/laut), kedalaman, dan jarak ke permukiman sering lebih menentukan rasa guncang dan potensi dampak.

Penutup

Pembaruan BMKG pada daftar “Gempa Bumi Dirasakan” awal Maret 2026 mencatat dua kejadian penting: gempa M6,4 di sekitar Sinabang pada 3 Maret 2026 dan gempa M4,4 di Luwu Timur pada 4 Maret 2026, lengkap dengan data kedalaman, lokasi pusat gempa, serta intensitas guncangan MMI di sejumlah titik.

Bagi masyarakat, langkah terbaik adalah menjadikan kanal BMKG sebagai rujukan utama untuk memverifikasi informasi gempa, memahami intensitas guncangan di wilayah masing-masing, serta menjaga kesiapsiagaan—karena gempa adalah fenomena alam yang tidak bisa dicegah, tetapi risikonya bisa dikurangi lewat informasi yang benar dan mitigasi yang disiplin.

More From Author

Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Platform Digital Terintegrasi untuk Transformasi Akademik di Era Modern

5 thoughts on “BMKG Rilis Daftar Gempa Dirasakan Terbaru: M6,4 Sinabang dan M4,4 Luwu Timur Tercatat

  1. Please let me know if you’re looking for a article author for your blog.
    You have some really good articles and I believe I
    would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d love to write some material for your blog in exchange for a link back to
    mine. Please send me an e-mail if interested.
    Thanks!

  2. I need to point out that over-all Im pretty taken with this web-site.
    Its very clear that you are aware of your subject
    matter and you are enthusiastic about it. I wish I
    possessed your ability to post. I have saved your blog and look ahead to additional posts.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw