KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar peluncuran program strategis bertajuk “Pemuda Bergerak untuk Perubahan Sosial” pada Sabtu, 19 April 2026. Program ini merupakan inisiatif kolaboratif yang melibatkan seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Pemerintahan dengan tujuan meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan sosial dan kepemimpinan lokal.
Acara peluncuran yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Pemerintahan, Kampus Unismuh Kendari, Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari, menghadirkan ratusan mahasiswa, dosen, hingga pejabat kampus. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.30 WITA tersebut menampilkan berbagai agenda menarik mulai dari penjelasan program, diskusi interaktif, hingga penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh organisasi mahasiswa.
Latar Belakang Peluncuran Program
Program “Pemuda Bergerak untuk Perubahan Sosial” dirancang sebagai respons terhadap tantangan sosial yang dihadapi Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara pada umumnya. Dengan fokus pada tiga pilar utama — yakni literasi publik, advokasi kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat — program ini diharapkan dapat menjadi wadah mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di dalam kelas ke dalam praktik nyata.
Ketua BEM Fakultas Ilmu Pemerintahan, Muhammad Rifki Pratama, yang juga mahasiswa semester enam dari Program Studi Administrasi Publik, menjelaskan motivasi peluncuran program ini dalam sambutan pembukaan. “Kami percaya bahwa mahasiswa Ilmu Pemerintahan memiliki tanggung jawab khusus untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan tata kelola pemerintahan yang baik dan pembangunan berkelanjutan. Program ini adalah wujud komitmen kami untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor perubahan sosial,” ujar Rifki, seperti dikutip dalam acara peluncuran.
Sebelum diluncurkan secara resmi, program ini telah melalui fase persiapan intensif selama tiga bulan. Tim inti BEM yang dipimpin oleh Rifki bersama wakil ketua, Nurul Hidayati, dan sekretaris, Ahmad Zainul Abidin, melakukan survei kebutuhan kepada berbagai stakeholder termasuk dosen, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan lokal, dan pejabat pemerintah setempat. Hasilnya menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kehadiran program yang dapat menjadi jembatan antara akademisi dan praktik pemerintahan lokal.
Struktur dan Mekanisme Program
Program “Pemuda Bergerak untuk Perubahan Sosial” diorganisir dalam lima divisi operasional yang masing-masing memiliki tanggung jawab spesifik. Pertama, Divisi Literasi dan Edukasi Publik yang akan menyelenggarakan seminar, workshop, dan webinar tentang isu-isu pemerintahan dan kebijakan publik. Kedua, Divisi Advokasi Kebijakan yang akan melakukan penelitian kebijakan dan melakukan lobi konstruktif dengan institusi pemerintah tingkat lokal dan provinsi.
Ketiga adalah Divisi Pemberdayaan Masyarakat yang fokus pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di daerah peri-urban Kendari. Keempat, Divisi Jejaring dan Kemitraan yang bertanggung jawab membangun kolaborasi dengan universitas lain, lembaga swadaya masyarakat, dan kelompok masyarakat sipil. Terakhir adalah Divisi Komunikasi dan Dokumentasi yang akan mengelola publikasi dan dokumentasi seluruh kegiatan program.
Setiap divisi dikepalai oleh seorang mahasiswa yang ditunjuk berdasarkan kompetensi dan pengalaman mereka. Divisi Literasi dan Edukasi Publik dipimpin oleh Siti Rahayu, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan yang sebelumnya aktif di organisasi forum diskusi mahasiswa. “Kami akan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrat, akademisi, hingga aktivis sosial. Target kami adalah menyelenggarakan minimal dua kegiatan literasi per bulan yang dapat dihadiri oleh mahasiswa di seluruh fakultas,” ungkap Siti dalam wawancara singkat usai acara peluncuran.
Kolaborasi Lintas Organisasi Mahasiswa
Salah satu keunikan dari program ini adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan tidak hanya BEM, tetapi juga organisasi mahasiswa lainnya di Fakultas Ilmu Pemerintahan. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Administrasi Publik, HMPS Ilmu Pemerintahan, HMPS Ilmu Administrasi Bisnis, serta organisasi-organisasi minat bakat seperti Debate Club dan Journalism Club, semuanya terlibat dalam implementasi program ini.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan piagam komitmen bersama pada acara peluncuran. Ketua HMPS Administrasi Publik, Budi Santoso, menyatakan bahwa kolaborasi lintas organisasi ini penting untuk menciptakan sinergi yang optimal. “Dengan bekerja bersama, kita tidak hanya menghindari duplikasi kegiatan, tetapi juga menciptakan ekosistem mahasiswa yang lebih kohesif dan powerful. Setiap organisasi membawa perspektif dan keahlian uniknya masing-masing, dan itulah yang membuat program ini menjadi lebih kaya dan relevan,” kata Budi, yang juga mahasiswa semester delapan.
Koordinasi antar organisasi ini akan dilakukan melalui rapat koordinasi mingguan yang dipimpin oleh BEM sebagai organisasi pusat. Setiap organisasi memiliki kuota keterlibatan yang jelas dan terukur, dengan sistem monitoring dan evaluasi yang transparan. Transparansi ini dianggap penting untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah konflik kepentingan antara organisasi-organisasi yang terlibat.
Komitmen Pimpinan Kampus
Dukungan dari pimpinan universitas dan fakultas menjadi faktor krusial dalam keberhasilan program ini. Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan, Prof. Dr. H. Amin Nur, M.Si., yang hadir dalam acara peluncuran, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa ini. “Program ‘Pemuda Bergerak untuk Perubahan Sosial’ adalah manifestasi nyata dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kepemimpinan yang kuat. Saya sangat senang melihat mahasiswa kami memiliki inisiatif sebaik ini,” ujar Prof. Amin dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Prof. Amin menjanjikan dukungan penuh dari pihak fakultas, baik dalam hal fasilitas maupun pendampingan akademis. “Kami siap membuka pintu kerja sama dengan berbagai institusi pemerintah di tingkat lokal dan provinsi untuk memberikan kesempatan praktik nyata bagi mahasiswa kami. Dosennya juga siap menjadi mentor dan advisor untuk program-program yang akan dijalankan,” sambung profesor yang telah membimbing mahasiswa selama dua dekade tersebut.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. H. Suardi Syam, M.Sos., juga hadir dan memberikan arahan strategis. “Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan keterampilan kepemimpinan mahasiswa melalui berbagai organisasi kemahasiswaan. Program ini adalah salah satu contoh terbaik dari upaya tersebut. Kami akan memastikan bahwa program ini mendapatkan alokasi anggaran yang memadai dari universitas,” katanya sambil memberikan penghargaan simbolis kepada BEM Fakultas Ilmu Pemerintahan.
Dampak Jangka Pendek dan Panjang
Dalam dokumen proposal program yang dibagikan kepada media, telah diidentifikasi berbagai dampak yang diharapkan dari inisiatif ini. Dalam jangka pendek, program diharapkan dapat meningkatkan engagement mahasiswa dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan hingga 40 persen, serta menciptakan minimal 50 alumni mahasiswa yang memiliki sertifikat literasi kebijakan publik dalam enam bulan pertama.
Sedangkan dalam jangka menengah hingga panjang, program diharapkan dapat menjadi inkubator para pemimpin muda yang nantinya akan berkontribusi secara signifikan dalam birokrasi pemerintahan maupun sektor publik lainnya. Direncanakan pula untuk membuka peluang magang bagi mahasiswa di berbagai institusi pemerintah yang menjadi mitra program.
“Kami memiliki target ambisius untuk mengubah wajah kepemimpinan mahasiswa di Fakultas Ilmu Pemerintahan menjadi lebih praktis dan berorientasi pada masalah nyata yang dihadapi masyarakat. Jika program ini berjalan dengan baik, kami yakin bisa direplikasi di fakultas-fakultas lain di Unismuh Kendari,” kata Muhammad Rifki Pratama dengan penuh optimisme.
Isu dan Tantangan yang Diantisipasi
Meskipun antusiasme tinggi, BEM dan para stakeholder juga mengantisipasi berbagai tantangan yang mungkin timbul selama implementasi. Salah satunya adalah ketersediaan waktu mahasiswa mengingat beban akademis yang cukup berat. Untuk mengatasinya, program dirancang dengan fleksibilitas tinggi sehingga mahasiswa dapat memilih tingkat keterlibatan mereka sesuai kemampuan.
Tantangan lain adalah bagaimana memastikan relevansi program dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pemerintah setempat. Untuk ini, Tim inti telah merancang mekanisme evaluasi partisipatif yang melibatkan stakeholder eksternal secara berkala, minimal setiap tiga bulan.
Penutup
Peluncuran Program “Pemuda Bergerak untuk Perubahan Sosial” oleh BEM Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari menandai dimulainya era baru dalam keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan sosial lokal. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, kolaborasi lintas organisasi mahasiswa, dan komitmen yang jelas dari para pelaksana, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi model pembelajaran dan pengabdian yang bermakna.
Sebagaimana dinyatakan oleh Muhammad Rifki Pratama, spirit program ini adalah sederhana namun powerful: “Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya pengguna, tetapi pembuat kebijakan masa depan yang peduli dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.” Dengan langkah pertama yang telah diambil pada 19 April 2026 ini, harapan tersebut kini berada di jalur yang tepat untuk diwujudkan.
—
Penulis adalah jurnalis kampus yang meliput perkembangan akademis dan kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari. Informasi tambahan dapat menghubungi BEM Fakultas Ilmu Pemerintahan Unismuh Kendari melalui email [email protected]