KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Ilmu Pemerintahan, mencatat pencapaian signifikan dalam bidang penelitian akademik. Pada Rabu, 3 April 2026, fakultas tersebut secara resmi meluncurkan penelitian inovatif berjudul “Model Kebijakan Publik Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal di Era Digital: Studi Kasus Sulawesi Tenggara” yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa program studi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Politik.
Penelitian yang diinisiasi oleh Tim Research Center Fakultas Ilmu Pemerintahan ini merupakan respons terhadap kompleksitas tantangan pembangunan berkelanjutan yang dihadapi wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari sebagai pusat administrasi provinsi. Dengan periode penelitian selama dua tahun, proyek akademik ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan praktis yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah daerah dan stakeholder terkait.
### Latar Belakang dan Konteks Penelitian
Penelitian ini lahir dari keprihatinan akademis mendalam terhadap kesenjangan antara teori kebijakan publik yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas kompleks implementasi kebijakan di lapangan. Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu provinsi berkembang di Indonesia bagian timur, menghadapi tantangan unik dalam mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan kebijakan publik yang berkelanjutan dan inklusif.
Dr. Andri Setiawan, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan latar belakang inisiatif penelitian ini dalam sambutannya pada acara peluncuran yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Pemerintahan, Rabu sore.
“Kami percaya bahwa universitas tidak hanya sekadar lembaga pengajar, tetapi juga harus menjadi motor penggerak perubahan sosial melalui penelitian yang relevan dan bermakna,” ujar Dr. Andri, yang sejak menjabat sebagai dekan pada 2024 lalu aktif mendorong riset berbasis komunitas di antara civitas akademika.
Penelitian ini menjadi bagian integral dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam pilar penelitian dan pengabdian masyarakat. Berdasarkan data internal universitas, penelitian yang melibatkan kolaborasi dosen-mahasiswa ini adalah yang terbesar dalam skala pendanaan dan cakupan wilayah studi yang pernah dilakukan Fakultas Ilmu Pemerintahan dalam lima tahun terakhir.
### Kerangka Penelitian dan Metodologi
Penelitian inovatif ini menggunakan pendekatan mixed-methods yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Tim peneliti akan melakukan survei terhadap lebih dari 2.000 responden yang tersebar di lima kabupaten di Sulawesi Tenggara, yaitu Kendari, Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, dan Bombana. Selain itu, akan dilakukan focus group discussion (FGD) dengan aparatur pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat sipil.
Responden utama penelitian mencakup pejabat publik di tingkat kabupaten dan kota, pengusaha kecil menengah (UKM), kelompok tani, nelayan, dan pemangku kepentingan lokal lainnya. Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan software statistical package for the social sciences (SPSS) dan atlas.ti untuk mengidentifikasi pola-pola kebijakan yang efektif dalam konteks lokal.
“Kami mengadopsi pendekatan participatory action research, di mana komunitas lokal tidak hanya menjadi objek penelitian, melainkan subjek aktif yang terlibat dalam setiap tahap penelitian,” jelaskan Prof. Harun Rasyid, Ph.D., Kepala Research Center Fakultas Ilmu Pemerintahan yang memimpin penelitian ini.
Prof. Harun, yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam penelitian kebijakan publik, menekankan bahwa pendekatan semacam ini jarang diterapkan dalam penelitian akademik di universitas-universitas di kawasan timur Indonesia.
### Tim Peneliti dan Peran Mahasiswa
Struktur tim penelitian dirancang untuk memberikan kesempatan maksimal bagi mahasiswa dalam mengalami pengalaman penelitian profesional. Tim terdiri dari lima dosen senior, 12 dosen junior, dan 47 mahasiswa dari program studi Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Politik, dan Pemerintahan Daerah.
Di antara mahasiswa yang terlibat, terdapat 15 mahasiswa tingkat akhir yang dilibatkan sebagai research assistant dengan tanggung jawab penuh dalam pengumpulan dan pengolahan data. Mahasiswa-mahasiswa ini akan mendapatkan bimbingan intensif dari dosen senior dan junior, serta kesempatan untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka dalam jurnal akademik nasional.
Syifa Nurhaliza, mahasiswa semester delapan Program Studi Ilmu Administrasi Negara sekaligus research assistant proyek ini, mengungkapkan antusiasmenya terhadap peluang penelitian yang diterima.
“Saya sangat excited bisa langsung terlibat dalam penelitian skala besar seperti ini. Ini kesempatan yang tidak ternilai untuk melihat bagaimana teori yang kami pelajari di kelas diterapkan dalam konteks nyata. Saya sudah mulai merancang alat pengumpulan data dan bersiap melakukan survei lapangan di beberapa daerah di Sulawesi Tenggara,” ujar Syifa antusias, yang juga sedang menyiapkan skripsi dengan topik yang berkaitan dengan penelitian ini.
### Inovasi dan Keunikan Penelitian
Apa yang membedakan penelitian ini dari studi-studi sejenis sebelumnya adalah integrasi pendekatan digital dan analisis big data dalam konteks kebijakan publik lokal. Tim penelitian akan mengembangkan platform digital berbasis artificial intelligence (AI) yang dapat memprediksi dampak kebijakan publik terhadap kesejahteraan ekonomi lokal.
Platform ini, yang masih dalam tahap pengembangan, akan memungkinkan pengambil kebijakan untuk melakukan simulasi dampak kebijakan sebelum implementasi sesungguhnya. Pengembangan teknologi ini dilakukan berkolaborasi dengan Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Kendari, menunjukkan komitmen universitas terhadap penelitian interdisipliner.
Selain itu, penelitian ini juga akan menghasilkan policy brief dan rekomendasi kebijakan praktis yang dapat langsung digunakan oleh pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal ini berbeda dari penelitian akademik konvensional yang sering terbatas pada publikasi jurnal tanpa implementasi nyata.
“Kami ingin memastikan bahwa penelitian ini tidak hanya akademis tetapi juga memiliki aplikabilitas praktis tinggi. Sehingga, hasil penelitian benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” terang Prof. Harun dalam wawancara eksklusif dengan penulis.
### Dukungan Institusional dan Pendanaan
Penelitian ini didukung sepenuhnya oleh Universitas Muhammadiyah Kendari dengan alokasi dana sebesar 850 juta rupiah, ditambah kontribusi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 500 juta rupiah. Investasi finansial ini mencerminkan kepercayaan institusi terhadap potensi signifikan penelitian ini dalam berkontribusi pada pengembangan kebijakan publik di tingkat daerah.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Bambang Irawan, M.Sc., Ph.D., dalam pernyataan tertulisnya menyatakan bahwa penelitian ini selaras dengan visi universitas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Penelitian ini adalah wujud nyata dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas riset yang berkontribusi aktif pada pembangunan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia. Kami yakin bahwa melalui kolaborasi sinergis antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat menghasilkan solusi inovatif untuk tantangan-tantangan kompleks yang dihadapi daerah kita,” ungkap Prof. Bambang dalam surat dukungan yang dibacakan oleh Dr. Andri Setiawan.
### Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Para penggagas penelitian optimis bahwa studi komprehensif ini akan memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan ilmu pemerintahan dan kebijakan publik di Indonesia, khususnya di wilayah timur. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan referensi oleh universitas-universitas lain dalam mengembangkan penelitian serupa di daerah mereka masing-masing.
Pada tingkat praktis, penelitian ini diharapkan menghasilkan setidaknya tiga buah kebijakan publik baru atau perbaikan kebijakan yang sudah ada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dampak sosial ekonomi yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal sebesar 8-12 persen dalam tiga tahun pertama implementasi kebijakan yang direkomendasikan.
Drs. Moh. Irfan Kasim, M.Ap., Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, yang hadir dalam acara peluncuran penelitian, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif akademis ini.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat apresiasif terhadap kontribusi akademis yang diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari. Penelitian ini memberikan harapan baru dalam mengembangkan kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat lokal. Kami siap berkolaborasi penuh dengan tim peneliti untuk memastikan hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret,” ujar Drs. Kasim optimis.
### Penutup
Peluncuran penelitian inovatif “Model Kebijakan Publik Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal di Era Digital: Studi Kasus Sulawesi Tenggara” menandai babak baru dalam sejarah Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari. Penelitian selama dua tahun ini tidak hanya akan menghasilkan kontribusi akademis berharga, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak praktis nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Dengan melibatkan kolaborasi intensif antara dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal, penelitian ini mewakili semangat universitas modern yang responsif terhadap kebutuhan zaman. Tim penelitian berkomitmen untuk menyelesaikan penelitian ini sesuai timeline yang telah ditetapkan dan menghasilkan output berkualitas internasional yang dapat dipublikasikan di jurnal-jurnal terkemuka dunia.
Sebagai institusi pendidikan yang berada di kawasan timur Indonesia, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa penelitian berkualitas tinggi dan inovatif tidak hanya monopoli universitas-universitas besar di Jawa. Dengan dedikasi, komitmen, dan dukungan yang tepat, universitas di daerah tertinggal sekalipun dapat menghasilkan penelitian yang relevan, bermakna, dan berdampak bagi kehidupan masyarakat luas.
Ke depan, diharapkan inisiatif penelitian semacam ini dapat menginspirasi universitas-universitas lain di kawasan timur Indonesia untuk lebih aktif dalam mengembangkan penelitian yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lokal. Dengan demikian, universitas benar-benar dapat menjadi agent of change yang nyata dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di seluruh nusantara.
(Berita ini ditulis berdasarkan acara peluncuran penelitian Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu, 3 April 2026, di Auditorium Fakultas Ilmu Pemerintahan)
—
Jumlah kata: 1.847 kata