KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Ilmu Pemerintahan, menggelar acara Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa yang spektakuler pada akhir Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari penuh, mulai 29 hingga 31 Maret 2026, ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai program studi dan menampilkan ragam cabang olahraga serta pertunjukan seni budaya yang memukau.
Acara tahunan ini menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas mahasiswa di luar aktivitas akademik. Dengan tema “Generasi Berkarakter: Sehat, Cerdas, dan Berbudaya,” festival mencerminkan komitmen institusi pendidikan dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga sehat secara fisik dan kaya akan apresiasi terhadap warisan budaya lokal.
### Latar Belakang Penyelenggaraan Festival
Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Sulawesi Tenggara yang fokus menghasilkan lulusan berkualitas di bidang administrasi publik, manajemen pemerintahan, dan ilmu pemerintahan. Dalam perjalanannya, fakultas ini memahami bahwa pembentukan karakter mahasiswa tidak hanya bergantung pada kurikulum akademik semata, melainkan juga melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur.
“Kami percaya bahwa mahasiswa yang berkualitas adalah mereka yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan akademik, kesehatan fisik, dan apresiasi terhadap budaya. Oleh karena itu, Festival Seni Budaya dan Olahraga bukan sekadar formalitas, tetapi bagian integral dari program pengembangan karakter mahasiswa kami,” ujar Prof. Dr. Hamzah Usman, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan Unismuh Kendari, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada 30 Maret 2026.
Lebih lanjut, Dekan Hamzah menjelaskan bahwa tradisi menyelenggarakan festival ini telah berjalan selama lebih dari sepuluh tahun dengan berbagai inovasi dan peningkatan kualitas dari tahun ke tahun. Antusiasme peserta dan antusiasme civitas akademika selalu menunjukkan peningkatan signifikan, membuktikan bahwa program ini memiliki resonansi kuat di kalangan mahasiswa.
### Rangkaian Cabang Olahraga yang Diikuti
Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan tahun ini menampilkan berbagai cabang olahraga yang kompetitif dan menyenangkan. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, basket, badminton, serta cabang-cabang olahraga tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Dalam pertandingan sepak bola, yang merupakan pusat perhatian utama festival, enam tim dari berbagai angkatan berkompetisi sengit memperebutkan juara. Setiap tim terdiri dari 20 pemain yang telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan kualitas pertandingan. Panitia juga memastikan bahwa setiap pertandingan dilakukan dengan menerapkan standar keselamatan dan fair play yang tinggi.
“Dalam pertandingan sepak bola putri kami, terlihat peningkatan signifikan dalam kualitas permainan dibandingkan tahun lalu. Para atlet menunjukkan teknik yang lebih baik, koordinasi tim yang lebih solid, dan semangat yang luar biasa. Ini mencerminkan dedikasi mereka dalam memanfaatkan program latihan yang kami sediakan,” kata Hendra Wijaya, S.Pd., M.Kes., Koordinator Kegiatan Olahraga Fakultas Ilmu Pemerintahan Unismuh Kendari.
Selain cabang-cabang olahraga utama, festival juga menampilkan olahraga tradisional seperti tarik tambang, lompat tali, dan permainan rakyat yang familiar di Kendari. Kehadiran cabang-cabang ini dimaksudkan untuk menjaga semangat kebersamaan sekaligus menghormati warisan budaya lokal yang kaya.
### Penampilan Seni Budaya yang Memukau
Tidak hanya olahraga, festival ini juga menjadi panggung seni dan budaya yang meriah. Mahasiswa menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional dan kontemporer yang menggabungkan elemen-elemen budaya Bugis, Muna, dan Tolaki—etnis dominan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Pertunjukan tari tradisional seperti tari Poco-poco, tari Cakalele, dan tari Mandailing ditampilkan oleh kelompok-kelompok seni mahasiswa dengan kostum autentik dan koreografi yang memukau. Selain itu, ada pula penampilan musik tradisional dengan menggunakan alat-alat musik lokal seperti gong dan kendang yang menciptakan suasana meriah dan mengharukan.
“Kami ingin mahasiswa kami tidak lupa dengan akar budaya mereka meskipun mereka sedang menempuh pendidikan di level tinggi. Penampilan seni budaya dalam festival ini menjadi ajang apresiasi dan pelestarian warisan budaya lokal yang tidak ternilai harganya,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza, M.A., Koordinator Kegiatan Seni dan Budaya Fakultas Ilmu Pemerintahan Unismuh Kendari.
Tidak hanya pertunjukan tradisional, festival juga menampilkan penampilan seni kontemporer yang modern dan inovatif. Mahasiswa menampilkan band musik, fashion show, pameran seni rupa, dan pertunjukan teater yang menunjukkan kreativitas dan eksplorasi artistik mereka terhadap seni kontemporer. Penampilan-penampilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan Unismuh Kendari tidak hanya pandai dalam aspek akademik tetapi juga memiliki bakat seni yang luar biasa.
Puncak acara seni budaya ditandai dengan pertunjukan musik live yang menampilkan band-band mahasiswa terbaik dari fakultas. Energi yang ditampilkan oleh para musisi muda ini berhasil menggerakkan seluruh penonton untuk bergoyang dan bernyanyi bersama, menciptakan momen yang tak terlupakan.
### Partisipasi Luas dan Tingkat Kehadiran Tinggi
Salah satu indikator kesuksesan festival ini adalah tingkat partisipasi yang sangat tinggi dari mahasiswa. Panitia mencatat bahwa dari total 2.847 mahasiswa aktif di Fakultas Ilmu Pemerintahan Unismuh Kendari, lebih dari 1.900 mahasiswa (sekitar 66,7%) terlibat aktif dalam kegiatan festival ini, baik sebagai peserta kompetisi maupun sebagai penonton dan pendukung.
“Angka partisipasi ini sangat mengesankan. Kami menargetkan minimal 50 persen keterlibatan, namun realitanya kami berhasil mencapai hampir 67 persen. Ini membuktikan bahwa mahasiswa sangat antusias dengan kegiatan-kegiatan yang menunjang pengembangan diri mereka di luar ruang kelas,” kata Bambang Setiawan, S.I.P., M.A., Kepala Bagian Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pemerintahan Unismuh Kendari.
Tingginya tingkat partisipasi ini juga didukung oleh dukungan penuh dari dosen-dosen dan staf administratif yang secara aktif terlibat dalam berbagai tahapan penyelenggaraan festival. Bahkan, beberapa dosen juga berpartisipasi dalam pertandingan olahraga, menciptakan suasana yang lebih santai dan dekat antara dosen dan mahasiswa.
### Dampak dan Signifikansi Bagi Mahasiswa
Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa bukan sekadar hiburan semata, melainkan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan pribadi dan profesional mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengembangkan berbagai soft skills yang penting dalam dunia kerja, seperti kerja sama tim, kepemimpinan, manajemen stress, dan kemampuan public speaking.
Sindi Rahma Putri, mahasiswa semester tujuh Program Studi Administrasi Pemerintahan, berbagi pengalamannya. “Saya ikut dalam tim bola voli perempuan dan sekaligus menjadi salah satu pembawa acara dalam acara seni budaya. Pengalaman ini mengajarkan saya bagaimana mengelola waktu dengan baik, bekerja sama dengan orang lain, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi baru. Soft skills ini akan sangat bermanfaat ketika saya memasuki dunia kerja nanti,” ujarnya penuh percaya diri.
Sementara itu, Rudi Hartono, mahasiswa semester lima Program Studi Manajemen Pemerintahan, menambahkan perspektif lain tentang manfaat festival ini. “Melalui festival ini, saya menyadari pentingnya menjaga kesehatan fisik sambil mengembangkan pengetahuan akademik. Kami belajar bahwa menjadi pemimpin atau pegawai pemerintahan yang baik bukan hanya tentang memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter yang kuat, tubuh yang sehat, dan jiwa yang menghargai keberagaman budaya,” katanya.
Hasil survey informal yang dilakukan panitia menunjukkan bahwa 87 persen peserta merasa bahwa festival ini bermanfaat untuk pengembangan diri mereka. Peserta juga mengapresiasi upaya panitia dalam mengintegrasikan seni budaya lokal dalam rangkaian acara, yang mereka anggap sebagai wujud nyata dari upaya pelestarian warisan budaya.
### Pesan dari Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Ir. Muhammad Yusuf, S.T., M.T., juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini dengan baik. Dalam sambutannya pada acara pembukaan festival, Rektor Yusuf menekankan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti ini merupakan manifestasi dari misi universitas untuk menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademik tetapi juga bermoral dan berkarakter.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidangnya tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal. Festival seperti ini adalah bukti nyata dari komitmen kami. Saya bangga melihat antusiasme mahasiswa dan dukungan dari seluruh civitas akademika dalam mewujudkan acara ini,” ujar Rektor Yusuf dalam acara penutupan festival.
### Kendala dan Solusi yang Dihadapi Panitia
Meski secara keseluruhan festival berjalan dengan lancar, panitia mengakui beberapa kendala yang mereka hadapi dalam proses penyelenggaraan. Salah satunya adalah keterbatasan sarana dan prasarana, terutama dalam hal lapangan olahraga yang memadai untuk berbagai pertandingan simultan.
“Kami harus menggunakan beberapa venue di luar kampus untuk mengakomodasi semua pertandingan. Koordinasi dengan pihak eksternal memang membutuhkan waktu dan energi ekstra, tetapi kami berhasil mengatasi tantangan ini dengan kerja sama yang solid,” jelas Koordinator Umum Festival, Eka Putra Wijaya, S.I.P.
Kendala lain yang dihadapi adalah terbatasnya anggaran untuk mendukung kegiatan seni dan budaya. Namun, panitia berhasil mengatasi hal ini dengan memanfaatkan kreativitas mahasiswa dan mencari sponsor dari pihak swasta dan organisasi lokal yang peduli terhadap pengembangan seni dan budaya.
### Rencana Pengembangan Ke Depan
Melihat kesuksesan festival tahun ini, panitia dan pimpinan fakultas sudah merencanakan berbagai pengembangan untuk festival di masa depan. Rencana-rencana tersebut meliputi penambahan cabang olahraga baru, perluasan area penampilan seni budaya, serta kolaborasi dengan komunitas seni dan budaya lokal untuk memperkaya program.
“Tahun depan kami ingin menambahkan cabang olahraga ekstrem seperti parkour dan futsal, serta memperluas penampilan seni budaya dengan melibatkan seniman-seniman profesional dari Kendari. Kami juga berencana untuk meningkatkan kualitas dokumentasi acara sehingga dapat menjadi arsip yang berharga bagi universitas,” ungkap Prof. Dr. Hamzah Usman.
Selain itu, pimpinan fakultas juga berencana untuk mengintegrasikan festival ini lebih erat dengan kurikulum akademik, sehingga kegiatan ekstrakurikuler ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian learning outcomes mahasiswa.
### Penutup
Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari tahun 2026 telah membuktikan dirinya sebagai kegiatan yang tidak hanya menghibur tetapi juga bernilai edukatif dan pengembangan karakter. Dengan partisipasi masif dari mahasiswa, dukungan penuh dari dosen dan staf, serta apresiasi dari pimpinan universitas, festival ini menunjukkan komitmen institusi terhadap pembentukan mahasiswa yang holistik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan Unismuh Kendari diharapkan tidak hanya menjadi professional yang kompeten di bidangnya tetapi juga pribadi yang sehat, kreatif, dan menghargai nilai-nilai budaya lokal. Dengan momentum yang positif ini, festival ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan mahasiswa dan pelestarian warisan budaya lokal Sulawesi Tenggara.
—
Kata kunci: Festival Seni Budaya, Olahraga Mahasiswa, Unismuh Kendari, Fakultas Ilmu Pemerintahan, Kendari, Pengembangan Karakter, Mahasiswa Berkualitas, Sulawesi Tenggara
*(Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan lapangan dan