KENDARI – Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar seminar nasional bertajuk “Tata Kelola Pemerintahan Digital dalam Era Transformasi Publik Modern” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung di Aula Utama Kampus Pondok Rakyat, Jalan Sultan Hasanuddin No. 45, Kendari ini menghadirkan berbagai pembicara terkemuka dari instansi pemerintah, akademisi, dan praktisi administrasi publik.
Seminar nasional yang diselenggarakan selama sehari penuh ini menjadi bagian integral dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan wawasan akademik mahasiswa dan civitas akademika tentang tantangan terkini dalam bidang pemerintahan dan administrasi publik. Dengan menghadirkan narasumber berkualitas, kampus berharap dapat memberikan perspektif mendalam mengenai transformasi digital yang sedang dialami oleh berbagai institusi pemerintahan di Indonesia.
Latar Belakang dan Pentingnya Acara
Dalam era reformasi digital dan transformasi publik yang semakin pesat, institusi pemerintahan di seluruh Indonesia dituntut untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas melalui pemanfaatan teknologi informasi. Fenomena ini menjadi urgensi tersendiri bagi institusi pendidikan tinggi, khususnya fakultas yang fokus pada ilmu pemerintahan, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman komprehensif kepada generasi pemimpin masa depan.
“Kami menyadari bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan adalah calon-calon pemimpin dan praktisi administrasi publik di masa mendatang. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk memberikan platform bagi mereka guna memahami secara langsung bagaimana tata kelola pemerintahan digital diterapkan dan apa saja tantangan yang dihadapi,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.PA., dalam pertemuan koordinasi dengan panitia penyelenggara pada hari Jumat sebelumnya.
Seminar nasional ini melibatkan kerja sama lintas institusi, termasuk pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, serta beberapa universitas terkemuka dari Jawa dan Sumatra yang memiliki program studi ilmu pemerintahan berkualitas tinggi.
Pembicara Utama dan Topik yang Dibahas
Rangkaian seminar dimulai pukul 08.00 WITA dengan pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Sc. Setelah prosesi pembukaan, acara memasuki sesi paparan utama yang menampilkan empat pembicara pembuka dari berbagai latar belakang keahlian.
Pembicara pertama adalah Kepala Badan Transformasi Digital Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Handoko Wijaya, M.T. Beliau akan menyajikan materi tentang “Strategi Transformasi Digital di Level Pemerintah Daerah: Studi Kasus Sulawesi Tenggara.” Dalam sesi ini, Handoko Wijaya diharapkan dapat memberikan gambaran konkret tentang implementasi e-government, sistem informasi manajemen, dan pemanfaatan big data dalam pengambilan keputusan publik di Sulawesi Tenggara.
“Transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, melainkan tentang perubahan mindset, proses, dan kultur organisasi. Kami di Sulawesi Tenggara telah melangkah maju dalam hal ini, namun masih banyak tantangan yang harus diatasi, mulai dari literasi digital SDM hingga infrastruktur teknologi yang belum merata di seluruh kabupaten dan kota,” kata Wijaya dalam konfirmasi kepada tim panitia.
Pembicara kedua adalah Dr. Agus Prasetyo, S.IP., M.A., dari Universitas Indonesia, yang akan membahas “Regulasi dan Kebijakan Pemerintahan Digital di Indonesia.” Prasetyo, yang merupakan staf ahli di Kantor Staf Kepresidenan bidang transformasi digital, akan mengupas peraturan-peraturan terkini, khususnya Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2024 tentang Strategi Transformasi Digital Nasional, serta tantangan implementasinya di berbagai level pemerintahan.
Pembicara ketiga adalah praktisi cybersecurity dan perlindungan data pribadi, Irfan Hidayat, S.Kom., M.I.T., dari PT. Digital Governance Solutions. Irfan akan memaparkan materi “Keamanan Data dan Privasi dalam Ekosistem Pemerintahan Digital.” Topik ini menjadi penting mengingat semakin banyaknya insiden keamanan siber yang menyentuh sektor publik.
“Kasus-kasus kebocoran data dari berbagai lembaga pemerintah menunjukkan bahwa transformasi digital harus beriringan dengan peningkatan kesadaran keamanan informasi. Kami akan berbagi best practices dan lessons learned dari berbagai institusi pemerintah yang telah berhasil mengelola sistem informasi dengan aman,” jelas Hidayat.
Pembicara keempat adalah Kepala Dinas Pemerintahan Kota Kendari, H. Mansur Abdullah, S.H., M.Si., yang akan menyampaikan pengalaman lokal tentang “Implementasi e-Government di Tingkat Kota Kendari: Pencapaian dan Hambatan.” Sesi ini akan memberikan konteks lokal yang sangat relevan bagi mahasiswa dan dosen yang sebagian besar berasal dari Sulawesi Tenggara.
Format dan Agenda Pelaksanaan
Seminar nasional ini dirancang dengan format yang interaktif dan melibatkan partisipasi aktif peserta. Setelah keempat paparan utama pada pagi hari, panitia mengalokasikan waktu istirahat dan networking lunch dari pukul 11.30 hingga 13.00 WITA. Momentum ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa, dosen, dan pembicara untuk berdiskusi secara informal dan membangun jaringan profesional.
Pada sesi siang hari, acara dilanjutkan dengan tiga workshop paralel yang diselenggarakan di ruang-ruang berbeda di Gedung Terpadu Fakultas Ilmu Pemerintahan. Workshop pertama berjudul “E-Government Planning and Implementation” yang dipandu oleh tim dari Kementerian Dalam Negeri. Workshop kedua adalah “Digital Leadership and Change Management” yang dibimbing oleh Dr. Agus Prasetyo. Sedangkan workshop ketiga, “Cybersecurity Fundamentals for Public Sector,” akan diampu langsung oleh Irfan Hidayat.
Setiap workshop dirancang untuk memberikan pengalaman belajar praktis bagi peserta. Peserta akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan melakukan simulasi, studi kasus, dan brainstorming terkait tantangan-tantangan yang dihadapi sektor publik dalam menerapkan tata kelola pemerintahan digital.
“Format workshop ini dipilih karena kami percaya bahwa pembelajaran paling efektif adalah ketika peserta langsung terlibat dalam pemecahan masalah nyata. Mahasiswa kami akan mendapatkan exposure langsung tentang bagaimana para praktisi dan pengambil kebijakan menangani situasi-situasi kompleks dalam transformasi digital,” jelas Ketua Panitia Seminar, Dr. Haryo Pratomo, S.IP., M.A., Dosen Departemen Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Kendari.
Persiapan dan Partisipasi Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Kendari telah melakukan persiapan intensif untuk memastikan acara berjalan lancar. Tim panitia, yang terdiri dari dosen Fakultas Ilmu Pemerintahan dan mahasiswa tingkat akhir, telah melakukan berbagai koordinasi dengan narasumber, institusi terkait, dan pihak-pihak lain yang terlibat.
Untuk acara ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengundang sekitar 500 peserta, yang terdiri dari mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari, mahasiswa dari universitas lain di Kendari dan sekitarnya, serta tenaga profesional dari berbagai institusi pemerintah di Sulawesi Tenggara. Pendaftaran peserta ditutup pada tanggal 5 April 2026 dengan antusiasme yang tinggi, sebab kuota peserta yang tersedia habis terjual lebih awal dari rencana.
“Minat peserta yang tinggi menunjukkan bahwa topik ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh komunitas akademik dan profesional di kawasan Sulawesi Tenggara. Ini adalah bukti nyata bahwa isu-isu transformasi digital dan tata kelola pemerintahan menjadi perhatian serius di tingkat lokal,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Hj. Siti Nurhaliza, saat ditemui di kantornya pada awal minggu.
Mahasiswa yang berperan sebagai panitia teknis juga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pengecekan audio-visual, persiapan materi cetak, koordinasi catering, hingga penyiapan merchandise dan sertifikat untuk semua peserta. Semua ini mencerminkan profesionalisme dan komitmen Fakultas Ilmu Pemerintahan dalam menyelenggarakan acara akademik berkualitas.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Dekan Bambang Suryanto menekankan bahwa seminar nasional ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri dan sektor publik.
“Kami berharap bahwa melalui seminar ini, mahasiswa kami akan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang tantangan-tantangan nyata dalam transformasi digital pemerintahan. Selain itu, kami juga menargetkan untuk membangun kolaborasi jangka panjang dengan berbagai instansi pemerintah dan universitas lain dalam hal penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan zaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dekan berencana untuk menindaklanjuti seminar ini dengan beberapa inisiatif, antara lain penyelenggaraan webinar regular dengan topik-topik relevan, pengembangan program magang bagi mahasiswa di berbagai kantor pemerintah yang sudah menerapkan e-government, serta penulisan buku yang mengompilasi best practices transformasi digital di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Administrasi Publik, Dr. Nurul Aini, S.IP., M.Adm. menambahkan bahwa hasil-hasil dari seminar ini akan diintegrasikan ke dalam kurikulum program studi untuk memastikan mahasiswa belajar tentang isu-isu terkini sejak awal perkuliahan mereka.
“Kami akan membuat catatan komprehensif dari semua sesi dalam seminar ini, termasuk recording dari semua pembicara, dan ini akan dijadikan sebagai bahan pembelajaran tambahan dalam beberapa mata kuliah inti kami, seperti Administrasi Elektronik, Kebijakan Publik, dan Manajemen Organisasi Publik,” jelasnya.
Penutup
Seminar nasional “Tata Kelola Pemerintahan Digital dalam Era Transformasi Publik Modern” yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 adalah bukti nyata komitmen institusi pendidikan dalam merespons perkembangan zaman. Dengan menghadirkan pembicara berkualitas dan menyediakan format pembelajaran yang interaktif, seminar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman tentang transformasi digital di sektor publik Indonesia.
Acara ini juga menjadi wadah berharga bagi pembangunan ekosistem akademik dan profesional yang kuat, di mana transfer pengetahuan antara praktisi, pengambil kebijakan, dan akademisi dapat berlangsung secara dinamis dan saling menguntungkan. Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas, Universitas Muhammadiyah Kendari terus berupaya menjadi pusat pembelajaran yang relevan dan berdampak bagi masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan.
—
Penulis: Tim Jurnalisme Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Tanggal Publikasi: 7 April 2026