Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas. Kali ini, prestasi gemilang diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan yang berhasil memenangkan penghargaan bergengsi di tingkat nasional dan internasional. Pencapaian luar biasa ini mencerminkan dedikasi, kerja keras, dan potensi akademik yang luar biasa dari para mahasiswa.
Pada bulan Maret hingga April 2026, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil meraih penghargaan prestisius. Pertama, mahasiswa tingkat ketiga bernama Andi Pratama dan Siti Nurhaliza memenangkan kompetisi Debat Kebijakan Publik Nasional yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Kedua, mahasiswa tingkat kedua bernama Muhammad Rizki berhasil meraih Silver Medal dalam International Model United Nations (IMUN) di Bangkok, Thailand.
Latar Belakang Pencapaian
Prestasi ini bukan datang begitu saja, melainkan hasil dari persiapan matang selama berbulan-bulan. Andi Pratama dan Siti Nurhaliza telah mengikuti berbagai pelatihan intensif di bawah bimbingan dosen-dosen Fakultas Ilmu Pemerintahan. Kedua mahasiswa ini secara konsisten mengikuti diskusi kritis tentang kebijakan publik, isu-isu pemerintahan, dan analisis mendalam terhadap peraturan perundang-undangan terkini.
“Kami memulai persiapan sejak awal tahun. Tim pembimbing kami, terutama Prof. Dr. H. Muh. Basir, M.Si. dan Dr. Syamsudin Qadir, S.Ip., M.Si., memberikan arahan strategis yang sangat membantu,” ujar Andi Pratama saat diwawancarai di kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Selasa (11 April 2026).
Sementara itu, Muhammad Rizki menjalani persiapan khusus untuk kompetisi Model United Nations dengan mengikuti lokakarya tentang diplomasi internasional dan prosedur parliamentary procedure yang ketat. Persiapannya dimulai sejak Desember 2025, melibatkan studi mendalam tentang isu-isu global, negosiasi diplomatik, dan pemahaman terhadap mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kompetisi Debat Kebijakan Publik Nasional
Kompetisi Debat Kebijakan Publik Nasional merupakan ajang prestis yang diikuti oleh lebih dari 50 tim dari universitas-universitas terkemuka se-Indonesia. Penyelenggaraan tahun ini berlangsung pada 22-25 Maret 2026 di Jakarta Convention Center dengan tema besar “Reformasi Birokrasi dan Inovasi Pelayanan Publik di Era Digital.”
Andi Pratama dan Siti Nurhaliza berhasil melewati serangkaian putaran eliminasi dengan mempertahankan argumen yang kuat dan data-driven. Dalam final, mereka berdebat melawan tim dari Universitas Indonesia mengenai kebijakan reformasi aparatur sipil negara. Juri memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan analitis, penggunaan data statistik yang akurat, dan kemampuan mereka dalam merespons counter-argument dengan logis dan elegan.
“Strategi kami adalah menggunakan pendekatan berbasis bukti empiris. Kami tidak hanya mengandalkan retorika, tetapi juga menghadirkan data dari berbagai sumber kredibel seperti hasil penelitian dari lembaga think tank, laporan pemerintah, dan publikasi ilmiah internasional,” jelas Siti Nurhaliza dengan antusiasme.
Pencapaian ini memberikan kepercayaan diri yang besar bagi tim debat Universitas Muhammadiyah Kendari. Sebelumnya, universitas ini belum pernah meraih posisi tertinggi dalam kompetisi debat kebijakan publik tingkat nasional. Kemenangan ini juga membuka peluang bagi mahasiswa lain untuk berpartisipasi dalam kompetisi serupa di masa mendatang.
Prestasi di Ajang Internasional
Tidak kalah gemilangnya, Muhammad Rizki berhasil meraih Silver Medal dalam International Model United Nations (IMUN) di Bangkok, Thailand, pada 1-5 April 2026. Kompetisi yang diikuti delegasi dari lebih dari 100 negara ini menampilkan peserta mahasiswa terbaik dari seluruh dunia yang memiliki minat tinggi dalam hubungan internasional dan diplomasi.
Muhammad Rizki mewakili komite Dewan Keamanan PBB dan berhasil memimpin negosiasi yang intens mengenai krisis kemanusiaan di sebuah negara fiktif. Keterampilan diplomasinya, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang fasih, dan pemahaman mendalam tentang mekanisme Dewan Keamanan berhasil menarik perhatian para dewan juri internasional.
“Pengalaman ini luar biasa. Saya berkesempatan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara dengan latar belakang yang beragam. Negosiasi di tingkat internasional memerlukan sensitivitas budaya, pengetahuan mendalam tentang geopolitik, dan kemampuan untuk menemukan common ground di antara kepentingan yang berbeda,” ujar Muhammad Rizki saat berbagi pengalamannya.
Prestasi Muhammad Rizki semakin membanggakan mengingat Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan universitas swasta di kawasan timur Indonesia. Pencapaiannya membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah dapat bersaing dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar di pusat, asalkan memiliki semangat, dedikasi, dan bimbingan yang tepat.
Dukungan dari Institusi Kampus
Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan, Prof. Dr. H. Lukman Arif, S.Ip., M.Si., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ketiga mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi ini adalah hasil dari ekosistem akademik yang kondusif dan komitmen dosen-dosen dalam membimbing mahasiswa mencapai potensi maksimal mereka.
“Pencapaian mahasiswa kami di tingkat nasional dan internasional ini merupakan bukti nyata bahwa Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki standar akademik yang serius. Kami tidak hanya fokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi dan kegiatan akademik di luar kampus,” ungkap Prof. Lukman Arif dalam konferensi pers di ruang rektorat, Selasa (11 April 2026).
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi. “Kami akan terus mengalokasikan sumber daya, baik berupa pendanaan maupun pembimbingan intensif, untuk mendukung mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional,” lanjutnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Saleh Moni, S.T., M.Sc., juga memberikan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, prestasi mahasiswa mencerminkan visi misi universitas dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang ilmunya tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
“Mahasiswa kami yang berhasil meraih penghargaan ini telah menunjukkan bahwa mereka mampu berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan memiliki kompetensi global. Ini adalah jenis lulusan yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan abad ke-21,” kata Prof. Saleh Moni.
Dampak dan Implikasi
Prestasi ketiga mahasiswa ini memiliki dampak positif yang luas. Pertama, meningkatkan reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Kedua, memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk meningkatkan prestasi akademik mereka. Ketiga, membuka peluang kolaborasi dengan institusi nasional dan internasional lainnya.
Bagi Fakultas Ilmu Pemerintahan khususnya, pencapaian ini menunjukkan relevansi kurikulum yang diterapkan. Lulusan program studi Ilmu Pemerintahan dari Unismuh Kendari diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan pemerintahan yang lebih baik, transparan, dan akuntabel. Pencapaian mahasiswa dalam kompetisi debat kebijakan publik dan model United Nations menunjukkan bahwa proses pembelajaran di fakultas telah mempersiapkan mahasiswa dengan baik.
Direktur Program Studi Ilmu Pemerintahan, Dr. Eka Prasetya Wijaya, S.Ip., M.A., menjelaskan bahwa kurikulum program studi dirancang untuk mengembangkan kemampuan analitis dan keterampilan berkomunikasi mahasiswa. “Kami mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep ilmu pemerintahan, tetapi juga dilatih untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam menyelesaikan masalah-masalah publik yang kompleks,” ujarnya.
Pesan dan Harapan ke Depan
Ketiga mahasiswa berprestasi ini menyampaikan pesan kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya. Andi Pratama menekankan pentingnya kerja keras dan disiplin. “Tidak ada jalan pintas untuk meraih prestasi. Kami menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar, berdiskusi, dan berlatih. Rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan untuk terus belajar adalah kunci kesuksesan,” pesannya.
Siti Nurhaliza menambahkan pentingnya memiliki mentor yang tepat. “Tanpa bimbingan dari dosen-dosen kami, kami tidak akan sampai di sini. Mereka tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga motivasi dan kepercayaan bahwa kami bisa,” katanya penuh terima kasih.
Sementara itu, Muhammad Rizki menyarankan agar mahasiswa lebih terbuka terhadap peluang internasional. “Indonesia memiliki banyak talenta muda yang luar biasa. Jangan takut untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional. Pengalaman itu akan membuka perspektif baru dan meningkatkan kepercayaan diri kita,” ujarnya.
Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengumumkan bahwa akan memberikan penghargaan uang tunai kepada ketiga mahasiswa berprestasi ini. Selain itu, universitas juga berencana untuk mengadakan seminar terbuka di mana mahasiswa ini akan berbagi pengalaman dan tips untuk mahasiswa lain yang tertarik mengikuti kompetisi sejenis.
Penutup
Pencapaian mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional dan internasional adalah cerminan dari komitmen institusi dalam membangun ekosistem akademik yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Dengan terus mendorong partisipasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi dan kegiatan akademik, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah dapat menghasilkan lulusan yang setara dengan lulusan dari perguruan tinggi di pusat.
Prestasi ini diharapkan menjadi awal dari serangkaian pencapaian lainnya di masa depan. Dengan dukungan yang tepat dari dosen, institusi, dan keluarga, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari siap untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara. Selamat kepada Andi Pratama, Siti Nurhaliza, dan Muhammad Rizki atas pencapaian istimewa mereka. Semoga keberhasilan ini menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Kendari di panggung nasional dan internasional.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan konferensi pers dan wawancara eksklusif yang dilakukan pada Selasa, 11 April 2026, di kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.